Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi
otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi
dengan dunia luar secara efektif.
Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah
menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya
sendiri. Anak autis juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan
berkomunikasi secara verbal.
Disamping itu seringkali (perilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar sendiri , mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan masih banyak lagi.
Disamping itu seringkali (perilaku stimulasi diri) seperti berputar-putar sendiri , mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan masih banyak lagi.
Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak
berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang
pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering
tempertantrum (menangis dan mengamuk). Kadang-kadang mereka menangis, tertawa
atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.
Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas
gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat.
Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di
antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih
sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum
Autistik (GSA).
Autisme dapat terjadi pada siapa saja, tanpa
membedakan warna kulit, status sosial ekonomi maupun pendidikan seseorang. Tidak semua individu ASD/GSA memiliki IQ yang rendah. Sebagian dari mereka
dapat mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Bahkan ada pula yang memiliki
kemampuan luar biasa di bidang tertentu (musik, matematika, menggambar).
Daftar Pustaka : Anonim. 2013. Apa itu Autisme. Diakses http://www.autis.info/
Daftar Pustaka : Anonim. 2013. Apa itu Autisme. Diakses http://www.autis.info/


0 komentar:
Posting Komentar