Menurut Gayatri Pamoedji SE , MHC, pendeteksian
gejala autis harus dilakukan segera mungkin. Lantas bagaimana mengetahui cirri-ciri anak yang
menderita autis ? Tujuh cirri utama didasarkan pada M-CHAT (Modified Checklist
for Autisme in Tofflers) yaitu :
1.
Apakah
anak anda memiliki rasa tertarik pada anak-anak lain ?
2.
Apakah
anak anda pernah menggunakan telunjuk untuk menunjukkan rasa tertariknya pada
sesuatu ?
3.
Apakah
anak menatap mata anda lebih dari satu atau dua detik ?
4.
Apakah
anak bisa meniru anda ? Bila membuat raut wajah tertentu , apakah anak anda
bisa menirunya ?
5.
Apakah
anak anda memberi reaksi bila dirinya dipanggil ?
6.
Bila
anak anda menunjuk pada sebuah mainan di sisi lain ruangan , apakah anak
melihat pada mainan tersebut ?
7.
Apakah
anak anda pernah bermain “sandiwara” misalnya berpura-pura berbicara ditelpon
atau berpura-pura menyuapi boneka ?
Jika jawaban
salah satu pertanyaan diatas adalah “Tidak“ , maka dipastikan anak menyandang
autis.
Selanjutnya , di
bawah ini merupakan beberapa cirri-ciri anak-anak autistic yang dapat diamati
sebagai berikut :
1)
Perilaku
-
Cuek
terhadap lingkungan.
-
Perilaku
tidak terarah , mondar-mandir , lari-lari , manjat-manjat , dll
-
Kelekatan
terhadap benda tertentu
-
Perilaku
tidak terarah
-
Rigid
routine
-
Tantrum
-
Obessive
– Compulsive Behavior
-
Terpukau
terhadap benda yang berputar atau benda yang bergerak
2)
Interaksi
Sosial
-
Tidak
mau menatap mata
-
Dipanggil
tidak menoleh
-
Tidak
mau bermain dengan teman sebayanya
-
Asyik/bermain
dengan dirinya sendiri
-
Tidak
ada empati dalam lingkungan social
3)
Komunikasi
dan Bahasa
-
Terlambat
bicara
-
Tidak
ada usaha untuk berkomunikasi secara non verbal dengan bahasa tubuh
-
Meracau
dengan bahasa yang tidak dapat dipahami
-
Membeo
(echolalia)
-
Tidak
memahami pembicaraan orang lain
Daftar pustaka :
Hasdianah . 2013 . Autis Pada Anak .
Yogyakarta : Nuha Medika.


0 komentar:
Posting Komentar