Para peneliti
percaya bahwa anak dengan ASD memakai daerah otak yang lain untuk melakukan
tugas yang diberikan pada mereka saat diteliti. Misalnya anak dengan ASD lebih
memperhatikan ciri-ciri motorik yang dilihat dan tidak merasakan emosi dari
gerak mimi tersebut.
Prof. Michael Rutter dari Institute Psikiatri
London mengatakan Neuron peniru memang sangat menarik perhatian. Ada beberapa
penelitian yang baik pada binatang tentang fungsi neuron ini. Mengkaitkan
neuron peniru dengan gangguan interaksi sosial masuk akal. Namun kita masih
memerlukan penelitian penunjang tentang sistem otak lain yang terkait. Bisa
jadi neuron pemicu akan terlibat , oleh karena itu kita masih perlu melakukan
penelitian lebih lanjut.
National Autistic
Society mengatakan : Bukti kuat menunjukkan bahwa autisme bisa disebabkan oleh
berbagai faktor fisik , yang semuanya akhirnya mengganggu perkembangan otak.
Autisme tidak disebabkan oleh kekurangan kasih sayang atau pola asuh yang
salah. Kami menyambut penelitian dalam segala bidang yang dapat menerangkan
penyebab autisme.
DR Bernard
Rimland dari Autism Research Institute (ARI) mengatakan adalah salah untuk
berpikir bahawa abnormalitas pada autisme akan menetap. Misalnya
penelitian-penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan bisa mempunyai
dampak positif pada gejala autisme. (MB)
Daftar pustaka : Hasdianah . 2013 . Autis Pada Anak . Yogyakarta : Nuha
Medika.


artikel ini menurut saya sudah bagus dan membantu dalam penyelesaian tugas saya, lterima kasih :)
BalasHapusterima kasih atas komennya
Hapusalhamdulillah dapat membantu :)